Gitar Bass merk TOKAI dari era tahun 80-an - BASS REVOLUTION WORKS. Hanya di produksi sangat sedikit kemudian didistribusikan ke seluruh dunia [...]

Khusus didesain oleh Line6 “dari gitaris untuk gitaris”…!! Lebih andal dan kualitas audionya lebih baik daripada media recorder yang biasa untuk audio [...]

Behringer iAXE 393, gitar Stratocaster. Dengan output USB langsung colok ke komputer. Dilengkapi software amp simulator dan efek-efek… So, gak usah beli efek yang mahal2..!! [...]

Sangat jarang beredar di dunia. Memiliki penggemar-penggemar fanatik. Yang sudah pernah punya, jika hilang atau rusak selalu ingin membeli lagi. [...]

Gitar Bass Vintage dari era 80-an. Super Limited Edition Line6 Backtrack BEHRINGER iAXE 393 – Gitar Stratocaster Output USB dan Audio Extreme Rare - YAMAHA GW-10 Guitar Comprehensive Processor

Sejarah kelahiran MIDI


Merunut sejarah MIDI erat kaitannya dengan perkembangan musik elektronik khususnya synthesizer.  Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 50-an oleh RCA, sebuah perusahaan elektronik dari Amerika, teknologi synthesizer kemudian terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi elektronika, terutama elektronika digital.  Puncaknya adalah di akhir tahun 70-an tatkala perusahaan-perusahaan terkenal seperti Roland, Yamaha, EMS, Korg berlomba mengeluarkan produk-produk synthesizernya dengan kelebihan masing-masing.  Masing-masing pabrikan tersebut membuat standarnya sendiri untuk format nada, velocity, timing dan pitch.  Akhirnya disadari bahwa diperlukan suatu standard baku agar tiap masing-masing synthesizer dari pabrikan dan tipe berbeda-beda dapat dihubungkan bersama, sehingga seorang musisi profesional dapat melakukan eksperimen ide musiknya hampir tanpa batas dengan mengkombinasikan berbagai synthesizer tersebut.
Pada tahun 1982, para ahli dari produsen alat musik terkenal bertemu dan sepakat untuk membuat standard yang sama agar alat-alat musik elektronik, khususnya synthesizer dapat terhubung dan saling berkomunikasi, sehingga akhirnya terciptalah standard untuk interface antar perangkat musik pada tahun 1983.  Standard tersebut dinamakan MIDI, singkatan dari Musical Instruments Digital Interface, atau Interface digital untuk Instrumen Musik. 
Interface secara sederhananya dapat diartikan sebagai ‘penghubung’. Interface ini tentunya memerlukan aturan-aturan teknis yang mengatur bagaiman interface ini bekerja.  Aturan-aturan teknis ini disebut protokol.   Jadi yang dibuatkan standardnya adalah penghubungnya dan aturan-aturan bagaimana penghubung ini bekerja, bukan bagaimana synthesizer itu bekerja.  Mengenai bagaimana alat musik itu bekerja, menggunakan metode dan teknologi yang mana adalah menjadi urusan dan rahasia masing-masing produsen.
Kita dapat melihat contoh standard interfacing seperti halnya yang sehari-hari dapat kita lihat pada perangkat komputer desktop dan monitor.  Agar komputer dapat menampilkan hasil pekerjaannya pada layar monitor, diperlukan suatu interface yang menghubungkan komputer dan monitor.  Interface ini terdapat di mainboard komputer tersebut atau dapat juga di dalam video card pada CPU komputer.  Interface juga terdapat di monitor yang akan dihubungkan ke komputer.  Salah satu interface yang luas digunakan adalah VGA.  Layar monitor VGA model lama (tipe tabung CRT) dapat dihubungkan ke komputer tersebut, begitu pula monitor LCD VGA.  Padahal jelas-jelas monitor CRT dan LCD menggunakan teknologi dan metode yang berbeda dalam menampilkan gambar.
Jadi MIDI semata-mata adalah mesin penghubung atau interface dari suatu alat musik yang ‘ditambahkan’ pada alat musik tersebut, jadi bukan bagian utama dari alat musik itu sendiri.  Layaknya soundcard atau videocard yang merupakan suatu interface dari suatu komputer dan bukan merupakan bagian utama dari komputernya itu sendiri.

Share this post:

Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright 2010 - CM Solo