Merunut sejarah MIDI erat
kaitannya dengan perkembangan musik elektronik khususnya synthesizer. Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun
50-an oleh RCA, sebuah perusahaan elektronik dari Amerika, teknologi
synthesizer kemudian terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi elektronika,
terutama elektronika digital. Puncaknya
adalah di akhir tahun 70-an tatkala perusahaan-perusahaan terkenal seperti
Roland, Yamaha, EMS, Korg berlomba mengeluarkan produk-produk synthesizernya
dengan kelebihan masing-masing.
Masing-masing pabrikan tersebut membuat standarnya sendiri untuk format
nada, velocity, timing dan pitch.
Akhirnya disadari bahwa diperlukan suatu standard baku agar tiap
masing-masing synthesizer dari pabrikan dan tipe berbeda-beda dapat dihubungkan
bersama, sehingga seorang musisi profesional dapat melakukan eksperimen ide
musiknya hampir tanpa batas dengan mengkombinasikan berbagai synthesizer
tersebut.
Pada tahun 1982, para ahli
dari produsen alat musik terkenal bertemu dan sepakat untuk membuat standard
yang sama agar alat-alat musik elektronik, khususnya synthesizer dapat
terhubung dan saling berkomunikasi, sehingga akhirnya terciptalah standard
untuk interface antar perangkat musik pada tahun 1983. Standard tersebut dinamakan MIDI, singkatan
dari Musical Instruments Digital Interface, atau Interface digital untuk
Instrumen Musik.
Interface secara sederhananya
dapat diartikan sebagai ‘penghubung’. Interface ini tentunya memerlukan aturan-aturan teknis yang mengatur bagaiman interface ini bekerja. Aturan-aturan teknis ini disebut protokol. Jadi yang dibuatkan standardnya adalah penghubungnya dan aturan-aturan
bagaimana penghubung ini bekerja, bukan bagaimana synthesizer itu bekerja. Mengenai bagaimana alat musik itu bekerja,
menggunakan metode dan teknologi yang mana adalah menjadi urusan dan rahasia
masing-masing produsen.
Kita dapat melihat contoh
standard interfacing seperti halnya yang sehari-hari dapat kita lihat pada
perangkat komputer desktop dan monitor.
Agar komputer dapat menampilkan hasil pekerjaannya pada layar monitor,
diperlukan suatu interface yang menghubungkan komputer dan monitor. Interface ini terdapat di mainboard komputer
tersebut atau dapat juga di dalam video card pada CPU komputer. Interface juga terdapat di monitor yang akan
dihubungkan ke komputer. Salah satu
interface yang luas digunakan adalah VGA.
Layar monitor VGA model lama (tipe tabung CRT) dapat dihubungkan ke
komputer tersebut, begitu pula monitor LCD VGA.
Padahal jelas-jelas monitor CRT dan LCD menggunakan teknologi dan metode
yang berbeda dalam menampilkan gambar.
Jadi MIDI semata-mata adalah
mesin penghubung atau interface dari suatu alat musik yang ‘ditambahkan’ pada
alat musik tersebut, jadi bukan bagian utama dari alat musik itu sendiri. Layaknya soundcard atau videocard yang
merupakan suatu interface dari suatu komputer dan bukan merupakan bagian utama
dari komputernya itu sendiri.
Tags:
0 comments:
Post a Comment